Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

This Theme From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 04 Juni 2010

Ratusan Warga Pangkalansusu Unjuk Rasa Tolak Konversi Hutan Baku

Posted in Daerah by Redaksi on Mei 31st, 2008

Pangkalansusu (SIB)
Ratusan warga Dusun VII Sungaidua, Desa Pangkalansiata, Kecamatan Pangkalansusu, Langkat, menentang pengkonversian hutan bakau dijadikan perkebunan kelapa sawit. Penolakan alihfungsi ini disampaikan puluhan warga nelayan dan para perajin arang saat mereka melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (29/5). Warga dari komunitas nelayan dan perajin arang dan atap nipah dengan tegas mengatakan, konversi hutan bakau sama artinya menggulingkan periuk mereka.
Latemi, salah seorang ibu perajin arang, kepada SIB mengatakan, mereka tidak rela kalau hutan bakau yang sejak puluhan tahun merupakan tumpuan warga untuk mengais rezeki itu dijual apalagi dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. “Secara turun temurun, kawasan hutan itu tempat kami untuk mengais rezeki untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari,” katanya.
Senada dengan itu, Arifin, yang mengaku kecewa terhadap Kades Pangkalansiata yang tidak merespon aspirasi warganya mengatakan, perambahan hutan bakau sama artinya menutup lapangan pekerjaan bagi warga. “Kami tidak akan membiarkan kawasan hutan itu dijual apalgi dirusak oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab, dan kami siap melakukan reboisasi untuk menghutankan kawasan itu kembali,” ujarnya.
Warga yang mengaku nelayan ini lebih lanjut mengatakan, warga termasuk oknum aparat desa yang terbukti melakukan penjualan kawasan hutan akan mereka kejar. “Jika pihak-pihak tertentu tetap memaksakan kehendak melanjutkan perambahan, masyarakat tidak akan tinggal diam dan akan melakukan tindakan dengan cara sendiri di lapangan,” terang Arifin.
Menurutnya, jauh sebelum penebasan serta pembentengan menggunakan escavator di kawasan itu, tokoh masyarakat, pemuka agama termasuk warga sudah melapor kepada Kades Pangkalansiata, namun tidak ada tanggapan, karenanya, warga nelayan dan perajin tidak akan membiarkan kawasan itu dialihfungsikan.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di daerah itu, Machmud, dengan tegas menolak kawasan hutan bakau dijadikan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, para pengrajin arang dan atap nipah serta nelayan selama ini mencari nafkah di kawasan hutan bakau. Jika kawasan itu dirambah, warga akan kehilangan lapangan pekerjaan sekaligus akan menambah banyaknya pengangguran karena minimnya lapangan pekerjaan di daerah itu.
Dia mengimbau aparat pemerintah termasuk pemerintahan desa segera menertibkan operasional perambahan di kawasan hutan pesisir pantai menggunakan alat berat serta bertindak arif dan bijaksana dalam memberikan per-izinan di kawasan hutan pesisir pantai terhadap pihak manapun. “Akibat aksi pengkonversian hutan pesisir akan berdampak negatif terhadap lingkungan, juga merugikan masyarakat karena kehilangan lapangan pekerjaan,” ujar Machmud. (M40/x)

This entry was posted on Sabtu, Mei 31st, 2008 at 02:10 and is filed under Daerah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar