Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

This Theme From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jumat, 24 September 2010

Selayang Pandang Pelsus Migas Dan Dock Yard Pangkalansusu

Oleh : Freddy Ilhamsyah PA

Pendahuluan

Sebagai salah satu wilayah yang terluas kawasan perairannya di Provinsi Sumatera Utara bahkan mungkin di pulau Sumatera, Pangkalansusu di Kabupaten Langkat boleh bangga karena di daerahnya terdapat Teluk Aru yang di pintu muaranya terdapat Pulau Sembilan dan Pulau Kampai yang sudah terkenal sejak jaman prakemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai kawasan bahari yang tersohor sejak jaman kerajaan/kesultanan sampai di masa pemerintahan Hindia Belanda, Pangkalansusu tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang memiliki pelabuhan pengekspor minyak mentah (crude oil).

Pelabuhan Khusus Migas

Pelabuhan ini dikenal sebagai Pelabuhan Khusus Migas yang pertama di Indonesia yang didukung oleh lima dermaga berkasitas 1500 sampai 3000 DWT. Dermaga tersebut masing-masing adalah ; Dermaga GPLL berlantai papan sepanjang 40,8 meter, lebar 3,8 meter yang ditumpang oleh tiang baja. Kapasitas dermaga sebesar 1500 DWT dengan kekuatan 6 ton dan kondisinya sekitar 60%. Sedangkan dermaga C & D (Cargo) memiliki panjang 200 meter dan lebar 10,27 meter berlantai beton didukung oleh tiang baja dan beton. Dermaga berkapasitas 3000 DWT dan berkekuatan sebesar 30 ton itu masih berada dalam kondisi baik (50%) yang secara rutin melayani kapal tanker bermuatan LPG trayek Tanjung Uban/Dumai – Pangkalan Susu PP. Dermaga eks Japex memiliki ukuran; panjang 100 meter (lantai papan 3” x 9” sepanjang 85 meter dan lantai betong sepanjang 16 meter), lebar 9,45 meter, konstruksi tiang baja, kapasitas 1500 DWT, kekuatan 10 ton, kondisi berkisar antara 30 – 40%, ambang luar 6 meter dan kolam 5 – 10 meter. Dan dermaga Landing eks Mobil Oil. Draft maksimum 5,5 meter. Akses keluar-masuk wajib pandu dan hanya dilakukan pada siang hari..

Selain itu di Pangkalan Brandan juga terdapat 2 pelabuhan berkapasitas 1500 DWT, masing-masing adalah dermaga minyak memiliki ukuran 2,3 x 64 meter dengan konstruksi tiang baja, lantai papan, kekuatan 10 ton, draft maksimum 3,5 meter, kondisi 75%. Sedangkan dermaga cargo memiliki ukuran 94,5 (A-B-C) x 8 meter, konstruksi terdiri dari tiang baja dan beton, lantai beton dan papan, kekuatan 10 ton dan kondisinya sekitar 80%. Saat ini dermaga tersebut dipergunakan oleh TAC Pertamina-Salamander.

Dock Yard Pertamina Pangkalansusu

Seiring dengan perkembangan Pertamina sebagai salah satu industri besar yang strategis di negara bahari ( Indonesia ), maka berdampak kepada peningkatan armada milik Pertamina yang digunakan untuk mendistribusikan BBM sampai ke seluruh negeri dari Sabang sampai ke Merauke.

Untuk mendukung kelancaran operasi armada perkapalan, pada tahun 1967 berdiri Pertamina DOK PB/PS (Pangkalan Brandan/Pangkalan Susu) yang kini disebut dengan nama PT Pertamina (Persero) Dock Yard PB/PS.

Menurut Head of Dock Yard PB/PS, Chairul Anwar, sejak tahun 1972, Dock Yard PB/PS mulai melakukan pengembangan sarana dan tenaga skill di Pangkalan Susu, mulai dari perluasan areal dock, rehabilitasi perkantoran dan bengkel, pembangunan baru bengkel mekanik, workshop, bengkel listrik, bengkel plat/las, bengkel pipa, bengkel perkayuan, gudang logistik, power house lengkap dengan jaringan listriknya. Sedangkan di DOK Pangkalan Brandan dibangun dan dioperasikan 3 slipway dock untuk melayani perbaikan kapal berbobot 50 sampai 250 ton, dan 1 floating dock di Pangkalan Susu yang mampu mendukung/ mengangkat kapal berbobot 750 ton dengan ukuran panjang kapal 60 meter, lebar 14 meter dan tinggi 6 meter.

Fasilitas yang tersedia di Bengkel Plat dan Las meliputi mesin gunting plat kapasitas sampai 16 mm x 3000 mm, mesin press plat kapasitas sampai 200 ton x 3000 mm x 1000 mm, dan mesin roll plat kapasitas sampai 16 mm x 3000 mm.

Sedang di Bengkel Mekanik tersedia mesin bubut kapasitas sampai panjang 12 meter x Ø 0,5 meter, mesin bor horisontal kapasitas Ø 750 mm, mesin bor vertikal kapasitas sampai Ø 75 mm, mesin sekrap kapasitas sampai 800 mm, alat balancing statis sampai Ø 3 meter, dan mesin frais kapasitas sampai 1000 mm x Ø 3.00 mm.

Selain itu Chairil juga menjelaskan bahwa kemampuan produksi di DOK PB/PS ( Pangkalan Brandan/Pangkalansusu ) khusus untuk docking repair, yaitu memperbaiki permesinan kapal kapasitas sampai 2500 HP, perbaikan sistem propulsi kapasitas sampai panjang 12 meter x Ø 3 meter, replating sampai 500 kg/hari ( juru las bersertifikat BKI ), perbaikan instalasi pipa, listrik dan perbaikan sistem navigasi dll.

Penutup

Mengingat bahwa armada tanker sungai sekelas MT Raharja dan MT Slamet sudah lenyap dari peredarannya karena sudah jadi besi tua, dan lumer di dapur pabrik besi, maka saat ini DockYard PB/PS yang berkedudukan di Pangkalansusu, selain melakukan docking repair kapal tagboat milik Pertamina juga melayani perbaikan kapal tagboat milik PT Arun dan kapal tanker sekelas MT Raharja dan kapal pejeberangan milik swasta serta instansi pemilik kapal lainnya.

Sebelum terjadi pergolakan politik di Aceh, kegiatan operasional DOK PB/PS cukup ramai dan padat. Tetapi ketika maraknya aksi perompakan di perairan Kabupaten Langkat dan sekitarnya, maka berdampak terhadap operasional DOK PB/PS jadi sepi karena tidak ada kapal yang mau melakukan perbaikan kapalnya (docking) di Pangkalansusu. Para pemilik kapal lebih memilih untuk docking ke Belawan atau ke Singapura.

Setelah situasi sudah kondusif, denyut nadi Dock Yard PB/PS mulai berjalan walaupun terasa masih lamban. Namun Alhamdulillah, kini kami sudah bisa mendapatkan untung dan tidak perlu lagi disubsidi oleh pusat hanya untuk membayar gaji karyawan dan tenaga kerja kontrak (outsourching) sekitar 80 orang.

Chairul Anwar optimis bahwa kiprah Dock Yard PB/PS akan berjaya kembali, mengingat fasilitas dan sarana yang dimiliki oleh Dock Yard Pangkalansusu adalah yang terlengkap bila dibandingkan dengan usaha sejenis di Sumatera Utara. Ungkapnya mengakhiri wawancara dengan penulis di ruang kerjanya, Rabu (15/9’10).

Floating Dock PS 2

sumber : http://freddyilhamsyah.wordpress.com/2010/09/15/selayang-pandang-pelsus-migas-dan-dock-yard-pangkalansusu/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar