Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

This Theme From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sabtu, 06 Februari 2010

Anak Pangkalan Susu Sang Penyair




Lahir di Pangkalan Susu (Sumatera Timur) pada tahun 1930; meninggal di Amsterdam. Ia bekerja sebagai wartawan di Medan dan Jakarta dari tahun 1952 sampai tahun 1962. Ia pernah menjadi perwira penerangan dalam angkatan laut Republik Indonesia dari tahun 1962 sampai tahun 1965. Karena alasan politik Agam Wispi telah meninggalkan Cina, tempat yang pernah didiaminya sejak tahun 1965 sampai tahun 1970. Setelah itu ia di Jerman, mengikuti studi dan bekerja di debuah Deutsche B├╝cherei di kota Leipzig. Sejak tahun 1988 ia tinggal di Amsterdam, negeri Belanda.
Agam Wispi terutama dikenal sebagai penyair, tetapi selain itu ia juga penulis cerita sandiwara dan beberapa cerita pendek. Ia telah menterjemahkan Faust ke bahasa Indonesia. Sajak-sajaknya terkenal dan sangat disukai di Indonesia.

Seharusnya , kita bangga dengan kota kita brow. Kalo kita pernah punya tokoh yang banyak dikagumi oleh orang banyak, masak kita yang penduduk pribumi gak tau. Anak - anak Pangkalan susu kalo diberi kesempatan juga gak kalah kok sama anak-anak di kota lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar