Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

This Theme From:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 08 Februari 2010

Pembangunan infrastruktur desa Pesisir Pangkalansusu minim

PANGKALANSUSU - Sejumlah desa pesisir di Kec. Pangkalansusu khususnya yang berada di seberang laut selalu luput dari perhatian pemerintah kabupaten, khususnya pembangunan infrastruktur sarana jalan dan jembatan dirasakan sangat minim.

Letak desa dari ibu kota kecamatan yang dipisahkan oleh laut sehingga selalu luput dari perhatian seperti yang dirasakan warga pesisir di Dusun Kampung Baru, Desa Pangkalansiata. Pembangunan infrastruktur di dusun itu dinilai sangat jauh tertinggal dibanding dengan daerah lain yang berada di daratan.

Komunitas warga yang umumnya bermata pencarian sebagai petani dan nelayan menyampaikan berbagai keluhan mereka berkunjung ke daerah itu belum lama ini. Selama hampir 64 tahun Indonesia merdeka, harapan warga di sana terhadap pembangunan tambatan perahu belum pernah terwujud.

Padahal, sarana tambatan perahu ini sangat dibutuhkan warga untuk memudahkan pemuatan komoditas hasil pertanian ke dalam perahu. Selama ini, warga membangun tangkahan darurat yang terbuat dari nibung dan kayu hutan agar dapat memuat dan menurunkan barang dari dalam perahu.

Pardi, salah seorang pemuka masyarakat berharap agar Pemkab Langkat memperioritaskan pembangunan tangkahan. Bagi masyarakat, lanjutnya, pembangunan tangkahan ini sangat penting untuk memudahkan arus ke luar masuk barang dari dusun ke ibukota kecamatan maupun sebaliknya.

Selain tangkahan, warga juga mengeluhkan kerusakan sarana infrastruktur jalan darat yang menghubungi Desa Halaban, Kec. Besitang. Apabila di musim penghujan, jalan darat satu-satunya itu nyaris tidak dapat dilalui karena di sepanjang jalan dipenuhi lubang dan berlumpur.

Khusus masalah pendidikan, para murid SDN di daerah itu jauh tertinggal dibanding sekolah lain. Bagaimana tidak, di sekolah ini hanya ada satu orang guru berstatus PNS dan itu pun sangat jarang masuk mengajar, sementara beberapa guru honor yang ada tidak memiliki basik ilmu pendidikan.

Pardi dan beberapa warga lainnya berharap agar Pemkab Langkat lebih fokus memperhatikan percepatan pembangunan di daerah mereka, tidak hanya pembangunan fisik, tapi pembangunan disegala bidang. Warga mendesak agar Dinas P & P Langkat menambah jumlah guru PNS di sekolah ini.
(red06/ann)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar